23 Juni 2016

Manusia dan Penderitaan Berserta Solusi Pemecahan Masalah (Tugas Individual 1)



Manusia didunia ini dihadapkan pada dua cobaan yaitu cobaan yang mengembirakan dan cobaan yang menyusahkan. Cobaan tersebut berupa tahapan dan rintangan yang menguji manusia dalam kehidupan apabila mampu menyelesaikan dengan baik akan mendapatkan pahala dan bila mengingkarinya  ketentuan yang ada akan tenggelam dalam penderitaan di akhirat kelak.
            Terkadang manusia terbuai pada kegembiraan, padahal kegembiran juga cobaan. Manusia seringkali tergelincir akibat keterlenaan dan berlebihan serta melampaui batas  dan berujung pada penderitaan. Sementara ada pula yang menghadapi cobaan yang menyusahkan namun tidak kuat menjalani cobaan. Orang tersebut menjadi frustasi dan meluapkan emosi tanpa kontrol. Sikap seperti itu malah semakin menambah penderitaan. Adapula ketika merasa kesabaran sudah dibatas perjuangan berhenti melakukan perjuangan padahal keinginan yang diharapkan selangkah lagi tercapai sehingga tetap  pada penderitaan dan menyesal ketika harapan yang dicitakan berlalu begitu saja dihadapannya. Ada pula yang menjalani hidup dengan sikap noverkonviden (bermain aman), tidak mau menghadapi masalah atau lari dari masalah namun yang terjadi mendapati pada suatu penderitaan. Ada pula yang mencoba berkelik dari masalah dan hanya mengincar kebahagiaan dunia namun di akhirat berujung pada penderitan.
                Manusia di dunia ini tidak akan pernah lepas dari yang namanya masalah  baik yang menyusahkan atau yang menggembirakan. Masalah timbul karena adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Proses dalam menghadapi kesenjangan sering kali dihadapkan pada lika-liku kehidupan yang sering dianggap sebagai suatau penderitaan.
             Susah maupun senang merupakan dua agenda yang silih berganti terjadi dalam kehidupan manusia. Habis susah ada senang dan habis senang ada susah. Manusia selalu untuk berusaha menjadi lebih baik. Manusia perlu menjalani proses di dunia ini untuk mencari bekal untuk akhirat dengan menjalani suka duka yang ada di dunia.
            Manusia juga dituntut untuk keimanan terhadap tuhan-Nya baik suka maupun duka untuk semakin mendekatkan diri. Manusia sepatutnya bukan mengeluh dan meratapi penderitaan. Namun harus bangkit mengolah penderitaan menjadi sesuatu yang bernilai lebih berharga. Dan terus belajar menelusuri kehidupan karena ada  hikmah dibalik penderitaan.
                Penderitaan datang tak terduga begitu pula kebahagiaan datang dari celah tak terduga. Sehingga manusia dituntut untuk siap siaga dalam menghadapi suka maupun duka di kehidupan ini. Dan sepatutnya kita berani menghadapi dalam menyelesaikan persoalan hidup ini, tidak pilih-pilih saat senang semangat saat susah loyo, atau saat duka tabah saat senang tidak bersukur. Kita perlu belajar dari pengalaman dan cepat bankit saat tergelincir.
            Semangat juga bukan semangat yang melampaui batas, dan berusaha menenangkan  hati, sabar menghadapi penderitaan. Karena solusi-solusi saat menghadapi penderitaan akan mudah muncul saat hati tenang dan berfikir jernih. Berbeda dengan tergesa-gesa menyebabkan solusi di depan mata terlihat jauh. Dan terkadang hal penunjang terabaikan sehingga menambah masalah baru. Kita juga bukan hanya menunggu desakan solusi tapi perlu menyambut solusi. Manusia tidak dapat mengatakan setiap situasi masalahnya sama, penderitaannya sama solusinyapun sama. Penderitaan bersifat universal dapat datang kepada siapapun tidak peduli kaya maupun miskin, tua maupun muda. Penderitaan dapat muncul kapanpun dan dimanapun. Akibat penderitaan yang bermacam-macam manusia dapat mengambil hikmah dari suatu penderitaan yang dialami namun ada pula akibat penderitaan menyebabkan kegelapan dalam kehidupan. Sehingga penderitaan merupakan hal yang bermanfaat apabila manusia dapat mengambil hikmah dari penderitaan yang dialami. Adapun orang yang berlarut-larut dalam penderitaan adalah orang yang rugi karena tidak melepaskan diri dari penderitaan dan tidak mengambil hikmah dan pelajaran yang didapat dari penderitaan yang dialami.

Contoh gambaran penderitaan manusia yang dapat diambil hikmahnya salah satunya adalah Penyebaran Narkoba dikalangan anak-anak Remaja.
Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas,pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela. Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.
Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus pemakaian narkoba oleh pelaku dengan tingkat pendidikan SD hingga tahun 2007 berjumlah 12.305. Data ini begitu mengkhawatirkan karena seiring dengan meningkatnya kasus narkoba (khususnya di kalangan usia muda dan anak-anak, penyebaran HIV/AIDS semakin meningkat dan mengancam. Penyebaran narkoba menjadi makin mudah karena anak SD juga sudah mulai mencoba-coba mengisap rokok. Tidak jarang para pengedar narkoba menyusup zat-zat adiktif (zat yang menimbulkan efek kecanduan) ke dalam lintingan tembakaunya.

Berikut ini ada beberapa cara untuk mengatasi seseorang yang sudah tercandu oleh narkoba :
1.        NIAT. Cuman niat anda harus benar-benar bulat. Jangan sampai niat anda setengah-setengah, karena kalau niat anda setengah-setengah dijamin tidak akan berhasil.
2.        BERI TAHU ORANG TUA ANDA atau orang terdekat anda bahwa anda adalah seorang pecandu narkoba dan beri tahu kepadanya bahwa anda sedang berusaha berhenti. Memang berat untuk memberi tahu orang tua anda. Entah anda takut diomelin atau apa. Yang jelas anda harus memberi tahu orang tua anda atau orang terdekat anda. Agar apa? Agar anda mendapat solusi dari orang tua anda.
3.        BEROBATLAH KE DOKTER SPESIALIS DETOX. Untuk apa? Untuk menghilangkan ketergantungan secara fisik. Biasanya seorang yang sudah menggunakan narkoba selama bertahun-tahun apalagi menggunakan narkoba jenis obat-obatan terlarang, Sabu-sabu, heroin atau putaw, dll. Badan mereka akan merasa sangat sakit, dan akan merasa sangat sangat lemas apabila tidak menggunakan narkoba tersebut selama beberapa hari.
4.        DATANGLAH KE PSIKOLOG ATAU DENGAN CARA PENDEKATAN AGAMA KEPADA AHLINYA. Apa yang dimaksud dari mengobati mental atau psikis?  Biasanya seorang pecandu narkoba yang badannya sudah bisa normal tanpa narkoba, tetapi pikiran mereka masih terbayang-bayang terhadap narkoba, dan masih ada rasa ingin untuk menggunakannya lagi.
5.        BERDOALAH MENURUT KEPERCAYAAN ANDA MASING-MASING.  Karena berdoa bisa memberi kita keyakinan dan motifasi bahwa kita pasti bisa berhenti menggunakan barang tersebut. Dan Kalau masih ada kebimbangan dalam hati anda, rajin-rajin lah Shalat Sunnat Istikharah, mintalah petunjuk kapada Allah. Insya Allah anda akan diberi petunjuk oleh Allah.
6.        USAHAKAN JAUHI DULU TEMAN-TEMAN ANDA YANG MASIH MEMAKAI  sampai anda benar-benar bisa melupakan yang namanya narkoba. Bukan berarti anda tidak boleh berteman dengan. Dan kalau anda sudah benar-benar bisa melupakan narkoba dan sudah tidak ada lagi sedikitpun rasa ingin memakainya lagi, baru anda boleh gabung lagi dengan mereka. Dan beri tahu mereka bahwa anda sudah berhehti memakai. Agar teman-teman anda tidak menawarkan barang itu lagi kepada anda. Tapi kalau teman-teman anda masih mengajak anda memakainya. Mending anda cari teman yang lebih baik dari mereka, karena teman yang baik tidak akan pernah menjerumuskan temannya sendiri ke sesuatu hal yang buruk.


Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar