23 Juni 2016

Cinta Kasih Terhadap Sesama Manusia (Tugas Individual 2)



Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.j.s. Purwadarminta, cinta adalah rasa suka, sayang ataupun rasa kasih yang membuat hati seseorang tertarik akan sesuatu. Sedangkan arti kasih mempunyai arti perasaan sayang atau cinta atau menaruh belas kasihan. Bisa dibilang kedua kata tersebut mempunyai arti yang hampir sama. Kata kasih memperkuat kata cinta, karena itulah cinta kasih dapat juga kita artikan sebagai perasaan suka atau sayang kepada seseorang yang disertai dengan menaruh perasaan belas kasihan. Walau mempunyai arti yang hampir sama, cinta dikatakan lebih mengandug pengertian mendalamnya sebuah rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya rasa atau bisa dikatakan wujud dari cinta itu sendiri.
Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan, karena cinta merupakan landasan dalam sebuah perkawinan. Cinta juga adalah sebagai pengikat hubungan anatara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia bisa menyembah Tuhannya dengan ikhlas, pengikuti perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan berpegang teguh pada syariat-Nya. Dalam ajaran agama islam yang tersebut didalam Al-Qur’an, cinta memiliki tiga tingkatan yakni cinta tingkat tertinggi, cinta menengah, dan cinta rendahan.
Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, kepada Rasulullah, dan berjihad dijalan Allah. Hal ini merupakan keharusan bagi umat islam karena tidak diragukan lagi bahwa orang yang telah merasakan nikmatnya iman akan meyakini bahwa hanya Tuhan lah satu-satunya zat yang maha sempurna, maha indah, dan maha agung di dunia ini.
Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, suami/istri dan kerabat. Cinta menengah adalah suatu energi yang datang dari perasaan hati dan jiwa. Perasaan lembut yang diberikan oleh Tuhan dalam jiwa dan hati inilah yang membentuk perasaan cinta dan kasih sayang dari seseorang terhadap orang lain.
Cinta tingkat rendahan adalah cinta yang keji, hina dan merusak rasa kemanusiaan. Bentuknya bisa berupa cinta kepada setan, cinta didasrkan hawa nafsu, dan sebagainya.
·          Cinta Menurut Ajaran Agama
Dalam kehidupan manusia, cinta bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk. Ada manusia yang mencintai dirinya sendiri. Ada manusia yang mencintai orang lain seperti istri/suami atau kepada anak dan keluarganya. Ada pula manusia yang mencintai Tuhan dan Rasul-Nya. Berbagai bentuk dari cinta bisa kita temukan dalam Al-Qur’an.
Yang pertama adalah cinta diri. Cinta diri erat kaitannya dengan menjaga diri. Sebagai contoh, wujudnya bisa digambarkan sebagai kecintaan manusia terhadap harta yang bisa merealisasikan segala keinginannya dan memudahkannya dalam mencapai kesenangan dan kemewahan hidup. Tidak ada yang salah dengan itu, namun seharusnya cinta manusia pada dirinya sendiri janganlah terlalu berlebihan. Lebih baik jika cinta kepada diri sendiri diimbangi dengan cinta kepada orang lain dan cinta dalam berbuat kebaikan kepada mereka.
Yang kedua adalah cinta kepada sesama manusia. Didalam Al-Qur’an, Allah SWT menyuruh seluruh hambanya untuk saling mencintai sesama orang beriman seperti mencintai dirinya sendiri.
Yang ketiga adalah cinta seksual. Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Dorongan seksual menyebabkan lahirnya keturunan yang penting demi kelangsungan jenis makhluk hidup.
Yang keempat adalah cinta kebapakan. Cinta kebapakan diwujudkan dalam bentuk perhatian seorang bapak atau ayah kepada anaknya. Bentuknya bisa berupa nasehat atau arahan yang diberikan kepada anak-anaknya demi kebaikan anaknya sendiri.
Yang kelima adalah cinta kepada Allah. Manusia yang mencintai Allah akan menjaga perilakunya dan mengharapkan pahala serta kebaikan dari Allah. Cinta yang ikhas dari seorang manusia kepada Allah akan membuat cinta itu menjadi pendorong yang mengarahkannya dalam kehidupannya dan menundukkan semua bentuk kecintaan lainnya.
Dan yang terakhir, cinta kepada rasul. Sebagai utusan Allah. rasul merupakan sosok ideal yang bisa manusia jadikan contoh dalam menjaga perilaku, maupun sopan santun.
·          Kasih Sayang
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S. Poerwadarminta adalah perasaan sayang. Perasaan cinta atau suka kepada seseorang. Dalam kehidupan berkeluarga, kasih sayang merupakan kunci keharmonisan sebuah keluarga. Dalam kasih sayang, sadar atau tidak masing-masing pihak dituntut bertanggung jawab, berkorban, jujur, saling percaya, saling mengerti, saling terbuka sehingga keduanya bisa menjadi satu kesatuan yang utuh.
Kasih sayang merupakan dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Komunikasi antara orang tua dengan anak bertujuan supaya anak bisa berkembang menjadi pribadi yang baik. Orang tua dalam memberikan kasih sayang kepada anaknya bermacam-macam bentuknya, diantaranya :

a.        Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif. Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang kepada anaknya baik berupa moral-materiil sebanyak-banyaknya, sedangkan si anak menerim saja. Hal ini dapat membuat anak menjadi takut dalam menyatakan pendapatnya sehingga si anak akan sulit berdiri sendiri dalam dunia masyarakat.

b.        Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif. Dalam hal ini si anak berlebihan dalam memberikan kasih sayang kepada orang tuanya, orang tuanya tidak mempedulikan dan tidak perhatian atas apa yang telah dilakukan anaknya.

c.        Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif. Dalam hal ini kehidupan keluarga sangat dingin. Tidak ada saling tegur sapa bila tidak penting. Orang tua hanya memenuhi dalam bidang materi saja.

d.        Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif. Dalam hal ini orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang satu sama lain. Sehingga hubungan anak dengan orang tua berjalan dengan harmonis.


·          Belas Kasihan
Dalam surat Yohanes disebutkan bahwa ada tiga macam cinta. Cinta agape adalah cinta manusia kepada Tuhan. Cinta philia adalah cinta kepada orang tua dan saudara. Dan ketiga cinta amor/eros adalah cinta antara pria dengan wanita. Selain itu dari tiga itu masih ada cinta sesama. Cinta sesama merupakan perpaduan antara cinta agape dan cinta philia. Cinta sesama diberikan istilah belas kasihan untuk membedakannya dari cinta kepada orang tua, pria-wanita, dan cinta kepada Tuhan.
Dalam cinta sesama ini dikenal istilah belas kasihan karena cinta disini bukan karena cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya melainkan karena penderitaannya. Jadi kata kasihan mempunyai arti bersimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain. Dalam surat Al-Qolam ayat 4 dijelaskan bahwa manusia menaruh belas kasihan kepada orang lain karena belas kasihan merupakan perbuatan orang berbudi. Sedangkan orang yang berbudi dimuliakan oleh Allah.
Dalam kehidupan banyak sekali yang harus kita kasihani dan ada banyak sekali cara yang bisa kita lakukan untuk menumpahkan belas kasihan. Diantarany kita bisa memberikan belas kasihan kita kepada anak-anak yatim, orang-orang jompo, orang yang cacat, orang hidup menderita dan sebagainya. Berbagai cara orang dalam memberikan belas kasihan kepada orang lain tergantung pada situasi dan kondisi. Ada yang memberikan uang, barang, pakaian, makanan dan banyak lagi.


Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar